Sunday, April 12, 2015

Panas

Panas

Umpama bahang matahari 
Memancar tanpa segan silunya

Kami duduk di penjuru

Di kaki lima itu

Dia menghirup teh nai ping

Kemudian tersengih sendirian

Rul
;
Kan aku dah kata
Dia mereka
Mana pernah perlukan kau 

Kau lihat
Kau pergi jauh-jauh 

Ada mereka cari?
Lagi mereka suka adalah

Manusia


;Makhluk yang paling cepat melupakan

Aku terdiam

Mata ku besar
Jariku
Aku genggam erat

Kau mana tahu?

 Kau bicara bagai semua manusia itu sama

Aku yakin

Dia mereka 
Berbeza
Tidak serupa
Mungkin saat in
i
Salah ku semua
Aku yang tidak menjaga
Sampai mungkin mereka terasa
Aku yang bodoh

Dia berpaling ke arah ku
Sambil membersihkan kaca matanya
Dia tersenyum

Jangan mudah melabel bodoh

Kau jauh dari itu

Aku bicara atas fakta

Aku lihat apa yang kau tidak bisa lihat
Mungkin aib mereka 
Tuhan jaga erat dari kau 
Tapi Salah aku
Aku yang tercari-cari
Aku yang tertanya-tanya
Dan 
Akhirnya 
Kebenaran yang aku temui
Sangat pahit bagi aku 
Bagi kau? 
Mungkin sejuta lagi pahit

Satu keluhan kasar dari ku

Lantas ku sandarkan 
Tubuh lemah di dinding penjuru itu

Kalau semua yang kau lihat itu kenyataan

Apa bagaimana
Aku harus hidup 
Di hari-hari nanti?

Dia masih dengan senyumannya

Menyambung

Kau kua
t
Aku tahu 

Bak kata orang;

Buat de' sudah

Satu saat dia mereka

Bisa sedar mana salah mana tidak
Hingga masa itu
Doa saja yang mampu kau buat

Rul;


Macho sikit boleh?

 -

1400

11042015
Kauthar

No comments: