Umpama bahang matahari
Memancar tanpa segan silunya
Kami duduk di penjuru
Di kaki lima itu
Dia menghirup teh nai ping
Kemudian tersengih sendirian
Rul;
Kan aku dah kata
Dia mereka
Mana pernah perlukan kau
Kau lihat
Kau pergi jauh-jauh
Ada mereka cari?
Lagi mereka suka adalah
Manusia
;Makhluk yang paling cepat melupakan
Aku terdiam
Mata ku besar
Jariku
Aku genggam erat
Kau mana tahu?
Kau bicara bagai semua manusia itu sama
Aku yakin
Dia mereka
Berbeza
Tidak serupa
Mungkin saat ini
Salah ku semua
Aku yang tidak menjaga
Sampai mungkin mereka terasa
Aku yang bodoh
Dia berpaling ke arah ku
Sambil membersihkan kaca matanya
Dia tersenyum
Jangan mudah melabel bodoh
Kau jauh dari itu
Aku bicara atas fakta
Aku lihat apa yang kau tidak bisa lihat
Mungkin aib mereka
Tuhan jaga erat dari kau
Tapi Salah aku
Aku yang tercari-cari
Aku yang tertanya-tanya
Dan
Akhirnya
Kebenaran yang aku temui
Sangat pahit bagi aku
Bagi kau?
Mungkin sejuta lagi pahit
Satu keluhan kasar dari ku
Lantas ku sandarkan
Tubuh lemah di dinding penjuru itu
Kalau semua yang kau lihat itu kenyataan
Apa bagaimana
Aku harus hidup
Di hari-hari nanti?
Dia masih dengan senyumannya
Menyambung
Kau kuat
Aku tahu
Bak kata orang;
Buat de' sudah
Satu saat dia mereka
Bisa sedar mana salah mana tidak
Hingga masa itu
Doa saja yang mampu kau buat
Rul;
Macho sikit boleh?
-
1400
11042015
Kauthar

No comments:
Post a Comment